Selamat Datang di Gubuk yang sederhana.

Menjalankan amanah yang telah di wasiatkan, berupa warisan cita-cita

Memaknai arti kebebasan dengan di bekali ilmu, iman dan akal agar diriku menjadi manusia yang mampu meraih hari depan tapi tak melupakan masa lalu. Dan setelah segala menjadi milikku, agar aku melengkapi diriku dengan hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh-sungguh namun tidak berlebihan, agar aku diberikan kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan yang hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya.
Tampilkan postingan dengan label Hidup dan Tekanan Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup dan Tekanan Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Hidup dan Tekanan Kehidupan

Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila kita dalam kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerjasama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terwujud dalam kejujuran dan sikap terus terang.
Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu. Kita tetap saja menyukainya. Mengapa? Karena ada detak kehidupan alam disana. Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Kita bisa memilih untuk hidup apa adanya dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini atau hidup berpura-pura dalam dunia ilusi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More